August 11, 2020

Wisata Telaga Pengilon Dieng Wonosobo

Bukit Dieng, atau daerah Dieng Plateu, adalah tujuan wisata yang sering dikunjungi di Jawa Tengah dan terletak di antara dua kabupaten, yaitu Kabupaten Wonosobo dan Kabupaten Banjarnegara. Karena Dieng Plateu, selain lokasinya yang sejuk, seperti di atas Bogor atau daerah berbukit lainnya, juga menawarkan sejumlah tujuan wisata dengan berbagai fasilitas yang bermanfaat. Selain wisata gunung, ada juga banyak wisata air seperti danau di daerah ini. Beberapa danau populer termasuk Danau Menjer, Danau Warna, Danau Pengilon dan banyak lainnya.

Setiap danau memiliki daya tarik tersendiri untuk dikunjungi, misalnya, Danau Menjer terkenal dengan airnya yang hijau, Danau Pengilon dikenal karena airnya yang sangat jernih dengan lokasi yang dikelilingi oleh perbukitan. Dibandingkan dengan danau dengan warna-warna yang mengandung banyak sulfur, air di Danau Pengilon sangat jernih, memungkinkan berbagai ikan untuk dibiakkan dan banyak digunakan oleh penduduk setempat sebagai tempat memancing dan sumber air untuk pertanian.

Dan seperti tempat wisata lainnya, perjalanan ke Danau Pengilon ini juga memiliki sejarahnya sendiri atau menceritakan mitos yang muncul dan diyakini sebagai kebenaran masyarakat. Dikatakan bahwa di zaman kuno ada seorang ratu Lord of the Ocean yang memiliki anak perempuan yang cantik. Tapi suatu kali ada dua ksatria yang berjuang untuk itu. Kemudian sang ratu memberikan syarat dalam bentuk kompetisi di mana dia, yang bisa membuat danau yang indah, memiliki hak untuk menikahi sang putri.

Dalam kompetisi, dua ksatria membuat danau. Beberapa membuatnya lebih cepat dan ada yang lambat, tetapi hasilnya bagus dengan air yang sangat jernih. Awalnya sang ratu memilih ksatria pertama, tetapi ketika sang putri terpesona oleh keindahan danau yang diciptakan oleh ksatria kedua, keputusan sang ratu ditarik. Danau yang bisa membuat sang putri terpesona adalah apa yang sekarang kita kenal sebagai Danau Pengilon. Kemudian keduanya berdoa di sana dan semua pakaian mereka dilepas di cabang-cabang pohon dan tertiup angin. Semua pakaian hanyut hingga warna hijau terbentuk.