August 11, 2020

Apa itu penyakit leptospirosis, yuk simak berikut ini

Leptospirosis merupakan infeksi yang disebabkan oleh bakteri berbentuk spiral yang disebut dengan Leptospira interrogans. Beberapa gejala dan tanda-tanda awal penyakit ini ditunjukkan dengan demam tinggi, sakit kepala, sakit otot, serta muncul ruam. Bakteri ini terkandung di dalam air kencing, darah, atau jaringan dari hewan pengerat. 

Apabila kita melakukan kontak langsung dengan sumber-sumber atau hewan yang terinfeksi, kemungkinan besar diri kita akan dapat diserang oleh penyakit yang satu ini. menyentuh tanah atau air, tanah basah, atau tanaman yang terkontaminasi oleh urin binatang yang terinfeksi juga menjadi penyebab timbulna penyakit tersebut. Tanpa pengobatan atau penanganan sesegera mungkin, penyakit ini ternyata dapat menyebabkan munculnya masalah-masalah kesehatan lainnya. 

Beberapa di antaranya adalah penyakit ginjal, meningitis (peradangan otak), gagal hati, gangguan pernapasan, serta kematian. Perlu kita ketahui, ternyata penyakit leptospirosis merupakan penyakit yang sangat umum terjadi hingga dapat ditemukan di berbagai belahan dunia. Namun, lebih rentannya terjadi pada negara-negara beriklim sedang dan tropis, seperti pada kepulauan Karibia, Kepulauan Pasifik, Amerika Tengah, Amerika Selatan, dan Asia Tenggara. Meskipun sulit untuk diprediksikan, kemungkinan besar penyakit tersebut dapat terjadi pada 1 dari 100.000 orang yang tinggal di daerah beriklim sedang, dan 10 dari 100.000 orang yang berdomisili di daerah beriklim tropis. 

Penyakit ini umumnya akan mewabah apabila terjadi perubahan lingkungan yang ekstrim, misalnya banjir bandang. Selain itu, penyakit lestospirosis juga dapat dijumpai pada area dengan pemukiman kumuh, atau daerah dengan saluran air dan sanitasi yang kurang baik. Beberapa hal yang dapat meningkatkan resiko tertularnya penyakit ini, seperti beraktivitas di luar ruangan, tempat yang basah dan lembap, atau sering melakukan kontak dengan binatang. 

Dilansir dari laman Alodokter, Untuk Sementara pada kasus leptospirosis berat atau parah, dapat timbul gejala berupa nyeri dada, aritmia jantung, jaundice (menguningnya kulit dan daerah putih mata), pembengkakan kaki dan tangan, sesak, hingga batuk darah. Leptospirosis berat atau disebut dengan penyakit Weil, harus segera mendapatkan penanganan. Jika tidak diobati, dapat menyebabkan terjadinya komplikasi, bahkan bisa juga menyebabkan kematian. Gejala yang muncul pada leptospirosis bisa menyerupai gejala flu, seperti sakit kepala, demam, dan nyeri otot. Selain itu, gejala leptospirosis juga bisa berupa hilang nafsu makan, mual, muntah, serta ruam. 

Manusia berisiko untuk terinfeksi penyakit leptospirosis saat memegang tanah atau air yang telah terkontaminasi urine atau darah hewan yang terinfeksi leptospira. Bakteri yang terdapat pada penyakit leptospirosis dapat masuk ke tubuh melalui membran mukosa atau lapisan lendir pada hidung, mulut, mata, serta kulit, atau pada luka terbuka. Anda juga dapat terinfeksi leptospira jika mengonsumsi air yang terkontaminasi bakteri ini.

Berikut beberapa cara untuk menangani dan mencegah risiko terjangkit leptospirosis yang dapat membahayakan nyawa, baik terhadap manusia ataupun hewan peliharaan:

  • Saat hewan terlihat sakit, hindari bersentuhan dengan urine atau darah hewan sebelum Anda memeriksanya ke dokter hewan. Kenakan sarung tangan saat Anda akan membawa atau memindahkannya. 
  • Selalu cuci tangan setelah bersentuhan dengan hewan.
  • Jangan biarkan hewan peliharaan Anda mengejar atau makan tikus liar yang mungkin berkeliaran di sekitar rumah. Tikus dan hewan pengerat lainnya bisa membawa penyakit leptospirosis.
  • Meski tidak melindungi hingga 100%, tapi tetap berikan vaksin antileptospirosis pada hewan sebagai langkah pencegahan.
  • Setelah diperiksa, pastikan hewan Anda mengonsumsi semua obat yang diberikan dokter hingga habis.
  • Gunakan produk pembersih antibakteri saat membersihkan permukaan benda atau lantai yang mungkin terinfeksi urine hewan yang terdiagnosis leptospirosis.
  • Hindari berkubang apalagi berenang dalam danau atau sungai yang kemungkinan terkontaminasi urine hewan yang terinfeksi leptospirosis. 
  • Pakai perlengkapan pelindung saat menyentuh binatang, seperti sarung tangan saat bersentuhan atau mengolah hewan. Hal ini juga berlaku saat Anda mengolah daging hewan. Segera bersihkan noda darah atau urine hewan yang mungkin melekat pada pakaian dan perlengkapan Anda.
  • Kenakan alas kaki tertutup saat berjalan di atas tanah atau melintasi genangan air yang Anda tidak yakin kebersihannya.

Hal yang perlu kita catat, bahwasanya hewan atau manusia tidak serta merta akan mengalami gejala tertentu setelah terinfeksi. Seseorang bisa saja baru merasakan gejala tersebut dalam dua hari hingga sebulan setelah infeksi terjadi. pada umumnya penyakit tersebut dapat ditangani dengan obat antibiotik. Namun pada sebagian kasus, penderita penyakit leptospirosis disarankan untuk mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit.